SMAN 2 BUSUNGBIU, PUCAKSARI, BUSUNGBIU, BULELENG, BALI: MELAYANI DENGAN HATI DEMI PESERTA DIDIK YANG BERAKHLAK MULIA, BERPRESTASI DAN BERTANGGUNG JAWAB
Tampilkan postingan dengan label UKG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UKG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

Jadwal UKG 2015 (Untuk Guru-Guru SMANDAB)

Berikut Jadwal UKG 2015, untuk guru-guru SMAN 2 Busungbiu. Selamat menikmati! Semoga berbahagia.
        
         DAFTAR PESERTA UJI KOMPETENSI 2015
         KAB. BULELENG, LOKASI TUK SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA
         UKG ON-LINE
         Tanggal Cetak : 2015-10-27 06:33:29

NO
NAMA
NOMOR PESERTA
GELOMBANG
1
I DEWA PUTU SUANTARA
201510250290
2015-11-20  ( 09.00-11.00 )
2
NI LUH CASMINI
201510023120
2015-11-20  ( 15.30-17.30 )
3
GEDE PUTRA ADNYANA
201512266580
2015-11-21  ( 12.00-14.00 )
4
NYOMAN WIDI SUCI
201502838079
2015-11-19  ( 12.00-14.00 )
5
KETUT AYU SUPENDI
201502700108
2015-11-19  ( 15.30-17.30 )
6
I GEDE WIRNADA
201510671892
2015-11-21  ( 15.30-17.30 )
7
I NYOMAN PINDAH
201510189276
2015-11-21  ( 15.30-17.30 )
8
I MADE ADHI PRAMAYOGA
201500323042
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
9
PUTU SUJANA
201511157439
2015-11-21  ( 12.00-14.00 )
10
PUTU AGUS EKA SEDANA JAYA
201512404808
2015-11-21  ( 09.00-11.00 )
11
I KETUT RAMA SUARIADI
201502820424
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
12
NI MADE WINDA HERAWATI
201502776711
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
13
AGUS PUTU SUARTAWAN
201501619118
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
14
I KETUT SUKADANA
201502731820
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
15
NI MADE SUTIARI
201511937856
2015-11-19  ( 12.00-14.00 )
16
NI PUTU DIAN WISTRIA
201502731821
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
17
I KADEK ARDI WIRAWAN
201502838078
2015-11-20  ( 09.00-11.00 )
18
NI MADE SUARNI
201511343267
2015-11-21  ( 09.00-11.00 )
19
I MADE MUDIANA
201511199657
2015-11-21  ( 12.00-14.00 )
20
KETUT SULEDEN
201511172861
2015-11-21  ( 15.30-17.30 )
21
KETUT NENI
201512235590
2015-11-21  ( 12.00-14.00 )
22
NI KOMANG AYU YULIARTINI
201502767123
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
23
NI LUH PUTU PARMINI
201503204536
2015-11-19  ( 15.30-17.30 )
24
KOMANG ENDA SANTIKA FEBRIAWAN, S.Pd
201503204537
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
25
LUH PUTU PUSPA WRESTI
201503204538
2015-11-20  ( 12.00-14.00 )
26
i made setiawan
201503204539
2015-11-20  ( 09.00-11.00 )
27
NI KOMANG AYU TRIADI DEWI
201503204540
2015-11-20  ( 15.30-17.30 )
28
NI LUH ASRIANTI
201503204541
2015-11-20  ( 15.30-17.30 )



readmore »»  

Sabtu, 08 Agustus 2015

Sekilas Tentang UKG 2015

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sumarna Surapranata, mengatakan: Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) 2012-2014, dari 1,6 juta guru hanya 192 orang yang skornya di atas 90, dengan rata-rata 43. 
Ke depan skema insentif untuk guru tidak hanya berupa tunjangan,namun insentif non-tunai seperti beasiswa, pelatihan, dan lain-lain. Prinsip kebijakan tatakelola guru: akreditasi, karier, insentif, pengembangan kompetensi berkelanjutan, regulator, kolaborasi, dan afirmasi.
Dalam Rencana Strategis 2015-2019 Kemendikbud, pada tahun 2019 nilai rata-rata UKG ditargetkan 80 (https://web.facebook.com/Kemdikbud.RI, 6/8 2015)

KARENA . . . . .

readmore »»  

Jumat, 07 Agustus 2015

Skema Baru Ukuran Profesionalisme Guru

Mulai tahun ini ada dua skema yang akan dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdiknud) untuk mengukur profesionalisme guru, yaitu secara akademis dan non-akademis.
Pengukuran akademis dilakukan dengan rutin menyelenggarakan uji kompetensi guru (UKG) setiap tahun. Pengukuran non-akademis dengan melakukan penilaian terhadap kinerja guru. Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Supranata di Jakarta, Rabu (6/8).
"Mulai tahun ini semua guru baik yang ada di bawah Kemendikbud maupun Kemenag akan menjalani UKG," ujarnya.
Sebelumnya, UKG hanya dilakukan kepada guru yang telah tersertifikasi atau akan disertifikasi.
"Di bawah Ditjen GTK kami akan melakukan tes UKG ke seluruh guru termasuk 318 ribu guru yang ada di Kemenag. Jadi ada 3,8 juta guru yang akan diuji mulai tahun ini untuk tahu potret kompetensinya," kata Pranata.
‎Dijelaskannya, ‎UKG harus dilakukan secara rutin karena ada target yang harus dicapai. Di 2019 mendatang, kata dia, rata-rata nilai UKG harus mencapai angka delapan. Target tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengenai guru yang terdiri atas tiga poin.
Pertama, meningkatkan profesionalisme, kualitas, dan akuntabilitas GTK.  Kedua, meningkatkan kualitas LPTK. Ketiga, meningkatkan pengelolaan dan penempatan guru.‎


Sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/08/07/319179/ (Jumat, 07 Agustus 2015)
readmore »»  

Guru Wajib Mengikuti Uji Kompetensi Tahun 2015

Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan (GTK) Sumarna Supranata menyatakan, uji kompetensi guru (UKG) menjadi target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun ini. Pasalnya, disinyalir banyak guru yang kompetensinya memble alias rendah.
"Sekarang ini disinyalir kompetensi guru-guru memble tapi kinerjanya bagus. Hanya saja ukuran kinerja itu sangat subjektif, berbeda dengan kompetensi yang ukurannya jelas," kata Pranata, Jumat (7/8 2015).
Dia menyebutkan, selama ini kinerja seorang guru baik atau baik sekali sifatnya subjektif. Itu sebabnya, penilaian kinerja guru ini akan direview lagi dengan melibatkan pihak eksternal dalam penilaian.
‎Penilaian kinerja guru ini, lanjutnya, untuk mengukur profesionalitas tenaga pendidik dari sisi non akademis. Yang diukur dalam penilaian kinerja guru adalah keterampilan, kehadiran dan motivasi.
"Penilaian kinerja guru selama ini dilakukan oleh atasan langsung guru yaitu kepala sekolah atau pengawas. Penilaian model tersebut bersifat subjektif. Untuk itu diperlukan pihak luar yang juga ikut menilai," ucapnya.
Pranata menambahkan, dalam mekanisme yang sedang disiapkan ini, pihak luar yang bisa ikut menilai di antaranya adalah komite sekolah, masyarakat, bisa juga siswa yang menilai guru secara objektif. Harapannya, penilaian terhadap kinerja guru ini akan mendapatan potret yang lebih baik.
 "Guru profesional memiliki kemampuan pedagogik, sosial, dan kepribadian bangsa. Kepribadian bangsa yang dimaksud adalah pribadi yang sesuai dengan visi misi kebangsaan," terangnya.
 Ke depan, kata dia, profesionalisme guru harus menjadi demand atau keinginan. Sebagai regulator, pemerintah pusat akan menyiapkan berbagai bentuk pelatihan dan peningkatan kompetensi guru yang bisa dilakukan secara mandiri maupun kelompok. Pembiayaannya bisa dari negara, pemerintah daerah, atau oleh CSR perusahaan‎.


Sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/08/07/319264/ (Jumat, 07 Agustus 2015)
readmore »»