SMAN 2 BUSUNGBIU, PUCAKSARI, BUSUNGBIU, BULELENG, BALI: MELAYANI DENGAN HATI DEMI PESERTA DIDIK YANG BERAKHLAK MULIA, BERPRESTASI DAN BERTANGGUNG JAWAB
Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

Hilang Mu

Seiring berakhirnya tahun 2011 menjelang 2012, semakin terasa hilang mu dari kehidupan ku. Tahun 2011, tahun kebersamaan, tapi aku khawatir tahun 2012 adalah tahun ketidakbersamaan lagi. Saat-saat itu semakin kental aku rasakan. Hari berlau, kau semakin menjauh, dan aku khawatirkan akan menghilang. Wih kau menghilang? Kemana? Dengan siapa? Dan mengapa?

Ah, aku harus menguatkan jiwa dan raga. Karena, ketika jiwa terlepas dari raga maka hilang itu pasti. Oleh karenanya dengan segenap kekuatan aku harus tetap menguatkan jiwa dan raga ini. Aku harus yakin bahwa yang kekal adalah perubahan, bahwa perubahan adalah kepastian. Hukum alam adalah perubahan, karena hanya hukum Tuhan yang kekal. Jadi perubahan itu pasti menjelang. Berubah dari bersama menjadi berpisah. Berubah dari dekat menjadi jauh. Berubah dari ada menjadi tidak ada. Pendek kata berlaku hukum Rwa Bhineda. Aku harus kuat menghadapi perubahan karena perubahan pasti membawa hikmah.

Kebersamaan dengan mu membawa hikmah. Dan hikmah itu harus dinikmati. Tidak takut menghadapi perubahan hidup, apalagi perubahan yang membawa hikmah. Semua harus ikhlas menerima dan selalu mengambil hikmah dari setiap perubahan. Tidak ada kejadian yang terjadi tanpa hikmah, asalkan bisa menarik dan menemukan hikmah yang ada dibalik setiap peristiwa. Karena sesungguhnya, hidup adalah misteri. Tak ada seorangpun yang dapat meramalkan, apalagi memastikan jalan hidupnya. Semua sudah ada jalannya, dan sudah ada yang mengatur ke mana arah perjalanan hidup ini. Jadi, jangan sekali-kali merasa sakti dapat mengatur jalan hidup orang lain. Berani gembar-gembor bahwa dapat mengatur hidup orang lain, sama saja dengan memposisikan diri setara dengan yang Kuasa. Hukum Karma Phala akan menjemput. Tidak percaya? Tunggu semuanya, pasti akan terjadi!

Hilang mu pun, semestinya tak perlu disesali. Karena, semua sudah ada yang menentukan. Siapa yang berani menahan agar tahun 2011 tidak hilang? Siapa yang berani menjamin agar 2012 tidak datang? Jadi hilang dan datang mestinya disikapi dengan bijaksana. Setiap manusia pasti dibekali Suka, Duka, Lara, dan Pati. Hari ini dapat merasakan kebahagiaan, besok belum tentu. Hari ini penuh dengan penderitaan, serba kekurangan, tetapi esok bisa jadi berlebihan. Oleh karena itu, ketika kau masih memiliki semuanya, uang, kekuasaan, perempuan, cinta, dan sayang, janganlah besombong diri, janganlah lupa diri, ingatlah bahwa kau juga akan mendapatkan Pati. Jadi, bersedihlah dalam kebahagiaan dan berbahagialah dalam kesedihan. Karena suka duka adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Jadi, hilang mu akan ku ikhlaskan. Akan aku jadikan sebagai bahan refleksi menapaki hari lebih berarti. Hilang mu kuyakini bermakna kebaikan. Kebaikan untuk meningkatkan kualitas diri, mengerti dan menyadari bahwa hidup tidak selamanya mulus, kerikil tajam ada di mana-mana. Ada satu hal yang harus aku yakinkan bahwa di mana ada kebaikan di sana ada keburukan. Tahun 2011, aku ihklaskan hilang bersama bayangan masa lalu. Tahun 2012 akan aku hadapi dengan kompetisi demi prestasi. Hari ini hati mulai mengerti, menyadari hakiki arti duniawi.

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/12/27/hilang-mu/


readmore »»  

Rabu, 02 November 2011

Kompetisi Puisi Sosial 2011

Tanggal 20 Desember adalah Hari Sosial, atau dulu telah kita kenal sebagai Hari Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial Nasional. Bahwa pada Hari Sosial   tersebut, kita akan berkumpul bersama untuk membicarakan dan membahas kegiatan dalam rangka memperingati Hari Sosial yang mengingatkan kita bahwa manusia hidup di masyarakat mempunyai hak dan kewajiban sosial. Sesuai dengan kodratnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, terpisah satu sama lain, tetapi memerlukan kawan atau teman untuk berusaha mengurangi beban dalam kesukaran. Dalam kehidupan ini masih banyak masalah sosial yang memerlukan perhatian kita, misalnya kenakalan remaja, narkotika, anak yatim piatu, kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal tersebut, selain menjadi tugas negara, juga merupakan kewajiban kita semua sebagai makhluk sosial untuk turut serta menaggulanginya.
Melalui kesemptan ini kami ingin mengetuk hati teman-teman agar Hari Sosial ini dijadikan titik tolak keikutsertaan yang mampu kita lakukan, dalam rangka upaya membantu tugas-tugas sosial yang seharusnya kita lestarikan bersama. Kegiatan yang kami adakan adalah memfokuskan kepada pemuda penerus bangsa (Pelajar dan Mahasiswa) berpartisipasi dalammengarang Puisi dengan Tema "SOSIAL", Syarat dan ketentuannya sebagai berikut:
1.     Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia.
2.    Peserta merupakan pelajar atau mahasiswa (9 tahun s/d 23 tahun)
3.    Kompetisi Puisi Sosial ini bersifat perorangan (Individu).
4.    Tiap Naskah Puisi yang diikutsertakan dalam kompetisi ini wajib mengandung unsur sosialisasi warga negara dan dapat memicu masyarakat umum dalam peningkatan hak dan kewajiban sosial.
5.    Tema "SOSIAL" (bersifat bebas dan tidak mengikat)
6.    Karya Puisi yang dilombakan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan lewat media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi, lomba atau kegiatan serupa lainnya.
7.    Karya Puisi yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
8.    Tiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya dengan melampirkan data diri scan/fotokopi kartu identitas yang masih berlaku (SIM/KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Pasport, dll).
9.    Peserta melampirkan Biodata singkat yang dilengkapi dengan Namor Telepon/HP dan alamat email aktif.
10. Naskah Puisi wajib dikirim dengan format kertas A4, Margin Normal, font Arial 12 pt, spasi 1,5. Dan dikirim ke email: puisi@inorbit.com.
11.  Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp. 10.000,-  via bank setiap judul karya danmelampirkan struk transfer registrasi (di foto/scan). Nomor Rekening Pendaftaran Bank BNI: 015 473 1105  Atas Nama : Aufa Imiliyana.
12. Naskah Puisi diterima panitia terkahir tanggal 20 Desember 2011.
13. Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang, dan 7  Nominator terbaik yang akan dibukukan, serta menjadi cerita pokok dalam kompetisi hari sosial tahun 2011.  
§  Juara 1 - Rp. 3.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
§  Juara 2 - Rp. 2.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
§  Juara 3 - Rp. 1.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
§  7 Nominator terbaik - Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.

14.  Keputusan Dewan Juri bersifat Mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.

Dewan Juri:
1.     H. Kusmianto.
2.    Nurul Fikri.
3.    Novi Ariyani

Sumber:

readmore »»  

Kompetisi Cerpen Sosial 2011

Tanggal 20 Desember adalah Hari Sosial, atau dulu telah kita kenal sebagai Hari Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial Nasional. Bahwa pada Hari Sosial   tersebut, kita akan berkumpul bersama untuk membicarakan dan membahas kegiatan dalam rangka memperingati Hari Sosial yang mengingatkan kita bahwa manusia hidup di masyarakat mempunyai hak dan kewajiban sosial. Sesuai dengan kodratnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, terpisah satu sama lain, tetapi memerlukan kawan untuk berusaha mengurangi beban dalam kesukaran. Dalam kehidupan ini masih banyak masalah sosial yang memerlukan perhatian kita, misalnya kenakalan remaja, narkotika, anak yatim piatu, kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal tersebut, selain menjadi tugas negara, juga merupakan kewajiban kita semua sebagai makhluk sosial untuk ikut menaggulanginya.
Melalui kesemptan ini kami ingin mengetuk hati Bapak, Ibu, Saudara/i agar Hari Sosial ini dijadikan titik tolak keikutsertaan yang mampu dilakukan, dalam rangka upaya membantu tugas-tugas sosial yang seharusnya kita lestarikan bersama. Kegiatan yang kami adakan adalah memfokuskan kepada pemuda penerus bangsa (Pelajar dan Mahasiswa) berpartisipasi dalam menulis Cerita Pendek (Cerpen) dengan Tema "SOSIAL", Syarat dan ketentuannya sebagai berikut:
1.      Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia.
2.     Peserta merupakan pelajar atau mahasiswa (9 tahun s/d 23 tahun)
3.     Kompetisi Cerita Pendek Sosial ini bersifat perorangan (Individu).
4.     Tiap Cerita Pendek (Cerpen) yang diikutsertakan dalam kompetisi ini wajib mengandung unsur sosialisasi warga negara dan dapat memicu masyarakat umum dalam peningkatan hak dan kewajiban sosial.
5.     Tema "SOSIAL" (bersifat bebas dan tidak mengikat)
6.     Karya Cerpen yang dilombakan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan lewat media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi, lomba atau kegiatan serupa lainnya.
7.     Karya Cerpen yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
8.     Tiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya dengan melampirkan data diri scan/fotokopi kartu identitas yang masih berlaku (SIM/KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Pasport, dll).
9.     Peserta melampirkan Biodata singkat yang dilengkapi dengan Namor Telepon/HP dan alamat email aktif.
10.   Cerpen wajib dikirim dengan format kertas A4, Margin Normal, font Arial 12 pt, spasi 1,5. Dan dikirim ke email : cerpen@inorbit.com.
11.    Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp. 10.000,-  setiap judul karya dan melampirkan struk transfer registrasi (di foto/scan). Nomor Rekening Pendaftaran Bank BNI: 015 473 1105  Atas Nama : Aufa Imiliyana.
12.   Naskah diterima panitia terkahir tanggal 20 Desember 2011.
13.   Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang, dan 7  Nominator terbaik yang akan dibukukan, serta menjadi cerita pokok dalam kompetisi hari sosial tahun 2011.  
§   Juara 1 - Rp. 3.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
§   Juara 2 - Rp. 2.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
§   Juara 3 - Rp. 1.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
§   7 Nominator terbaik - Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.

14.   Keputusan Dewan Juri bersifat Mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.


Dewan Juri:
1.          Budi Cahyono.
2.         Hj. Siti Khotijah.
3.         R. Suparman

Sumber:

readmore »»  

Rabu, 26 Oktober 2011

Pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2011

PEMENANG SAYEMBARA
PENULISAN NASKAH BUKU PENGAYAAN TAHUN 2011
KATEGORI PENGAYAAN KEPRIBADIAN
JENIS NASKAH KUMPULAN CERPEN

Pusat kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2011. Informasi sayembara telah disebarluaskan sejak April 2010. Batas akhir pengiriman naskah buku pengayaan yang semula tanggal 1 Maret 2011, selanjutnya diperpanjang sampai dengan 29 April 2011.
Naskah yang diterima panitia sebanyak 1.128 naskah dari 30 provinsi. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang layak untuk diteruskan penilaiannya sebanyak 728 naskah. Berdasarkan hasil penilaian dan wawancara, dewan juri menetapkan 42 naskah pemenang sayembara penulisan buku pengayaan tahun 2011 untuk semua jenis dan jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK/MAK.
Berdasarkan Keputusan Kepala Puskurbuk, Balitbang, Kemdiknas, nomor: 7012/G3/LL/2011 tanggal 18 Oktober 2011, ditetapkan pemenang I, II, dan III untuk empat kategori. Keempat kategori itu meliputi, 1) pengayaan kepribadian, 2) pengayaan pengetahuan alam dan matematika, 3) pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, dan 4) pengayaan keterampilan vokasional.
Terdapat enam jenis naskah pada kategori pengayaan kepribadian. Keenam jenis naskah tersebut, meliputi 1) cerita anak, 2) kumpulan cerpen, 3) novel, 4) kumpulan pantun, 5) kumpulan puisi, dan 6) drama.
Adapun pemenang sayembara penulisan naskah buku pengayaan tahun 2011 untuk jenis naskah kumpulan cerpen, yaitu:
Judul Naskah
Jenjang
Nama Penulis
Tempat Tugas
Juara
Hati-Hati dengan Ogoh-Ogoh itu
SMA/MA/ SMK/MAK
Gede Putra Adnyana
SMAN 2 Busungbiu, Buleleng, Bali
II
Cintaku pada Alien
SMA/MA/ SMK/MAK
Hanaa Al Ithriyyah
Jawa Timur
III
Catatan Kegelisahan Seorang Rama
SMP/Mts
Ai Varidah
Jawa Barat
II
Melukis Bulan
SMP/Mts
Moh. Syafie
Jawa Timur
III
Catatan: Dewan juri memutuskan bahwa untuk jenis naskah kumpulan cerpen tidak ada juara I.
Sayembara ini terbuka bagi para pendidik (berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan) dan tenaga kependidikan (pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar) pada pendidikan formal maupun nonformal, baik yang masih aktif maupun sudah pensiun. Peserta adalah perorangan, bukan tim.
Puskurbuk, Balitbang, Kemdiknas berkomitmen untuk terus menyelenggarakan sayembara ini demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu siapapun yang berniat untuk berpartisipasi dalam sayembara tersebut di tahun 2012, mari persiapkan diri dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Semoga kebaikan selalu datang dari segala penjuru (Penulis: Gede Putra Adnyana, Guru SMAN 2 Busungbiu, Buleleng, Bali).

readmore »»  

Senin, 17 Oktober 2011

Waktu demi Uang

KETIKA WAKTU MENGHALAHKAN UANG
Kehidupan dunia modern tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan waktu yang efektif dan efisien. Begitu bermanfaatnya waktu, sehingga tak jarang mengalahkan apapun, termasuk uang. Seakan uang tidak ada artinya ketika harus dikejar dengan batas waktu.
Ketika presentesi harus dilakukan tepat jam 13.00, tetapi pesawat harus diundur untuk terbang sampai jam 12.00, maka rasa resah gelisah pasti menyerang. Ketakutan akan sampai tidak tepat waktu serta gagal melakukan kegiatan yang direncanakan adalah faktor utama resah dan gelisah dimaksud. Tidak jarang, fenomena itu memunculkan keberanian berspekulasi. Mencari penerbangan lain, menarik uang tiket kembali, atau menunggu sampai waktu yang dimundurkan. Semua itu membawa konsekuensi baik dan buruk, untung dan rugi.
Lalu, hikmah apa yang dapat ditarik dari fenomena ini? Ternyata budaya tepat waktu belum membumi di bumi Indoensia. Begitu mudah perubahan terjadi. Bahkan, perubahan itu dilakukan secara mendadak tanpa memberikan solusi yang menyenangkan. Kondisi ini diyakini pasti akan menurunkan produktivitas. Akibatnya, akan menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada pelayan publik. Sungguh sebuah kondisi yang membawa efek menggurita. Jika publik sudah tak percaya dengan pelayan publik, dipastikan konflik mudah terjadi yang mengarah kepada sikap destruktif.
Dalam konteks inilah pembelajaran harus terus dilakukan. Semua komponen bangsa, masyarakat, swasta dan pemerintah harus bergerak secara sinergis untuk mewujudkan budaya on time. Agaknya, budaya ini sangat relevan dan signifikan dihadirkan sejak dini. Oleh karena itu, mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA, bahkan di semua institusi, wajib menumbuhkembangkan budaya on time. Dengan demikian pendidikan adalah garda terdepan dalam memperbaiki budaya. Pendidikan akan melahirkan budaya, dan budaya akan tercermin dan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Begitu hebatnya peranan pendidikan dalam segala aspek kehidupan, mengapa harus takut memajukan pendidikan? (Penulis: Guru SMAN 2 Busungbiu, Buleleng, Bali)
readmore »»  

Kamis, 13 Oktober 2011

Ada Apa Dengan Hatiku?

HATI-HATI DENGAN HATI
Lama aku terdiam. Terdiam dalam bisu. Namun, bayangku ke masa lalu, Ketika waktu itu dilalui dengan hati. Hatiku seolah menggegam hatimu. Kurasakan itu. Aku nyaman menggoda hatimu. Kurasakan ada keikhlasan di hatimu. Itu juga yang membuat aku slalu merindu. Itu juga yang mengajak Aku untuk slalu ingin bersamamu. Aku sadar akan hal itu, aku menikmati, aku mengerti, dan aku bahagia karena itu. Kebahagiaan yang tak terbelikan. Kebahagiaan yang membawa kenyamanan. Uh, sungguh waktu itu tak ingin berlalu.
Kini dirimu mulai menjauh. Menjauh dan cenderung menghilang. Kurasakan itu. Kuharap ragamu boleh menjauh tapi hatimu tetap bersamaku. Ragamu tak mampu Aku genggam, tapi hatimu kuharap menyelimuti hatiku. Ah, ternyata harap tinggal harapan. Semua tak sesuai harapan. Harapan yang binasa. Harapan yang mampus. Bahkan, hatimu lebih jauh dari ragamu. Kurasakan itu. Hatimu mulai meredup dan samar-samar menghilang. Menghilang dan tak berbekas. Aduh, hatimu telah menghilang. Betulkah hatimu telah menghilang? Di mana kan kucari hati itu. Hati yang dulu meneduhkan. Hati yang dulu membahagiakan. Aku harus terus hati-hati mencari, agar hati itu tak pergi. Agar hati itu tak mati.
Aduh, dewa ratu agung! Ternyata, hati yang hilang sulit kutemukan. Sekali menghilang, tak lagi kembali. Hati itu telah diambil hati orang lain. Wih kok bisa? Ya hati itu telah berpaling. Hati itu telah nyaman bersama hati orang lain. Waduh, aku harus berhenti mencari hati itu. Semakin kucari, terasa menyakiti. Semkin kunanti membuat luka di hati. Karena hati itu sesungguhnya tidak mati. Tapi, berpindah ke hati orang lain. Aduh, hati itu diambil hati orang lain.
Hatimu, memang milikmu. Aku tidak berhak mencuri hati itu, apalagi memaksa. Biarlah hati itu mencari temannya yang sehati. Biarlah hati itu menemui sahabat hati yang sehati dan sejati. Aku sadar hatiku tidak lagi jadi milik hatimu. Begitu juga hatimu tidak lagi menjadi bagian dari hatiku. Ahhh, aku harus menyadari, walau sejak lama berusaha kusadari, bahwa harus hati-hati dengan hati. Karena hati dapat memakan hati. Uhhh, dewa ratu agungg, aku, kamu dan kita, hendaknya “HATI-HATI DENGAN HATI”

readmore »»  

Sabtu, 27 Agustus 2011

Lomba Cerpen Teater Sastra 2011


LOMBA CERPEN

Dalam rangka menyambut Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 di Tahun 2011 ini, Teater Sastra mengadakan pergelaran sebuah program bertajuk “Teater Sastra”.
 Lomba ini dapat diikuti oleh semua Masyarakat Indonesia tanpa memandang kelamin, umur, asal-usul, suku, agama, ras, golongan, partai atau basisnya.

Ketentuan da syarat-syaratnya dapat Anda ikuti seperti :
* Ketentuan Umum :
1.     Peserta wajib berwarga Negara Indonesia. Naskah Cerpen ditulis di kertas A4 dengan font Arial dan margin 3 cm x 3 cm x3 cm x 3 cm.
2.    Semua peserta boleh mengirimkan/mendaftarkan lebih dari satu karya (tidak dibatasi).
3.    Tema Cerpen Bebas.
4.    Naskah Cerpen dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf latin EYD dengan baik dan benar atau dengan Bahasa sehari-hari namun jangan menggunakan tuL!5aN 9auL s3peRt! iN! (membingungkan Dewan Juri)
5.    Naskah Cerpen tidak boleh bersinggungan dengan unsur Sara, Pornografi, dan perundang-undangan yang berlaku.
6.    Setiap satu naskah cerpen disertai foto copy KTP/SIM/Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/Pasport dan satu formulir yang sudah disediakan panitia (terlampir).
7.    Naskah diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 30 September 2011.
8.    Pengumuman pemenang akan langsung dihubungi oleh panitia melalui email/contact person pemenang. Semua karya yang didaftarkan akan menjadi hak penuh panitia.
9.    Peserta dan Dewan Juri serta panitia tidak diperolehkan surat menyurat.
10.  Naskah cerpen belum pernah di kirim atau di publikasikan di media manapun.
11.  Peserta join di halaman facebook Teater Sastra.

Hadiah :
1st: Tabanas Rp. 1.500.000,- dan Sertifikat + 100 Buku Sastra Indonesia.
2nd: Tabanas Rp. 1.000.000,- dan Sertifikat + 100 Buku Sastra Indonesia.
3rd: Tabanas Rp. 500.000,- dan Sertifikat + 100 Buku Sastra Indonesia.
4th: Tabanas Rp. 250.000,- dan Sertifikat. 5th: Tabanas Rp. 100.000,- dan Sertifikat.

Pendaftaran :
1.     Peserta melakukan pendaftaran senilai Rp. 20.000,- / Naskah. 
2.    Pengiriman melalui Bank BNI : a/n : Andika Faris – Nomor rekening: 021 4093732
3.    Pendaftaran dilakukan di lembar pendaftaran yang sudah tersedia (terlampir).
4.    Pengiriman Naskah disertai Struk Transfer Pendaftaran (difoto/scan).
5.    Pendaftaran dimulai tanggal 27 Juni 2011 dan ditutup tanggal 30Nopember 2011 Pukul 23.59 WIB.
6.    Naskah dan persyaratan terlampir di kirim melaluli email ke: teaterSastra@dr.com

Kriteria Penilaian :
1.     Keaslian naskah cerpen (orisinalitas) yang di ikutsertakan (Anti Plagiat).
2.    Pesan didalam isi naskah cerpen.
3.    Kreativitas dan cara penyampaian isi naskah cerpen.
4.    Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Dewan Juri :
1.     Ruslan Manaf.
2.    Yuniar Zahwa LD.
3.    I.G. Ardhika.
4.    Rr. Rini Puji Astutik

Tali Asih :
1.     Manajemen Sanggar Ronggosukowati menyiapkan paling sedikit 3 buah tali asih untuk 3 orang peserta.
2.    Forum Sastra Hati juga akan menyumbangkan beberapa buku untuk tali asih.
3.    Lain-lain :
4.    Kompetisi ini bertujuan meningkatkan minat kita terhadap budaya adiluhung bangsa Indonesia dan sekaligus merangsang kreativitas para sahabat dalam menulis yang lebih bermanfaat.

Download Formulir Cerpen ?»»» http://www.4shared.com/get/iF-BqSq6/
Formulir_Cerpen.html

Info : 0838 5282 9292 – http://www.pepatah.co.cc/
 Email : teaterSastra@dr.com

readmore »»