SMAN 2 BUSUNGBIU, PUCAKSARI, BUSUNGBIU, BULELENG, BALI: MELAYANI DENGAN HATI DEMI PESERTA DIDIK YANG BERAKHLAK MULIA, BERPRESTASI DAN BERTANGGUNG JAWAB

Selasa, 27 Mei 2014

Hasil SNMPTN 2014 Siswa SMANDAB

Pengumuman resmi Hasil Kelulusan SNMPTN 2014 adalah pengumuman online yang ditampilkan di situs resmi SNMPTN (http://www.snmptn.ac.id) beserta mirror-nya. Apabila terdapat perbedaan data hasil kelulusan SNMPTN 2014 antara versi media cetak dengan pengumuman online pada situs resmi SNMPTN (beserta mirror-nya), maka data yang benar dan sah adalah data yang ditampilkan pada situs resmi SNMPTN (beserta mirror-nya).

Berdasarkan pengumuman resmi Hasil Kelulusan SNMPTN 2014 secara online, siswa SMAN 2 Busungbiu yang dinyatakan lulus SNMPTN 2014, yakni:

 

1.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140615952

Nama :KETUT POPI ANJANI DEVI

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS UDAYANA



2.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140615896

Nama :KADEK RIONITA

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

MANAJEMEN

UNIVERSITAS UDAYANA



3.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140615857

Nama :NI LUH NYOMAN TRI SUARIATI

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

PENDIDIKAN BAHASA BALI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA



4.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140615767

Nama :NI NYOMAN ALIT PURNAMI

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

AGRIBISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA



5.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140615693

Nama :NI NENGAH SRI HANDAYANI

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

AGRIBISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA



6.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140615519

Nama :NI LUH PUTU SRI PURNAMI

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

AKUNTANSI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA



7.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140615402

Nama :I PUTU AGUS SUARTANA

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

TEKNOLOGI PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA



8.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140615176

Nama :NI KOMANG AYU PURWASIH

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

AGRIBISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA



9.   

No. Pendaftaran SNMPTN anda: 4140614164

Nama :DESAK NYOMAN TRY SAKTI DIANTARI

Selamat, anda dinyatakan lulus SNMPTN 2014. Program studi tujuan anda pada pelaksanaan SNMPTN 2014 adalah :

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA






readmore »»  

Rabu, 21 Mei 2014

Peraih UN Tertinggi SMA/MA Tahun 2014 Tingkat Nasional

Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/MA tahun 2014 mencapai 99,52 persen. Artinya, ada sebanyak 7.811 (0,48 persen)  dari total peserta UN SMA/MA yang berjumlah 1.632.757 siswa, dinyatakan tidak lulus UN. Dari keseluruhan nilai nasional, terdapat 16.497 sekolah (89,40 persen) dengan tingkat kelulusan 100 persen. Sementara itu tidak ada sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen (http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2584)
Kelulusan siswa SMA/MA ditentukan berdasarkan gabungan antara nilai ujian nasional (UN) dengan nilai sekolah (NS). Namun, analisis terhadap kedua nilai tersebut ternyata ditemukan perbedaan rata-rata yang sangat signifikan. Nilai sekolah yang diperoleh dari nilai rapor semester 3, 4, dan 5, rata-ratanya mencapai 8,39. Sedangkan nilai UN murni SMA/MA tahun 2014 rata-ratanya mencapai 6,12. Jika nilai US dan UN digabungkan, nilai rata-ratanya menjadi 7,02 dengan standar deviasi 0,87. Kondisi ini yang dijadikan sebagai pertimbangan perguruan tinggi menggunakan nilai UN sebagai salah satu instrumen untuk menentukan kelulusan penerimaan calon mahasiswa baru (http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/2585).
Berkaitan dengan hal tersebut, nilai UN berkontribusi sangat besar dalam menentukan kelulusan siswa pada jenjang SMA/MA dan SNMPTN. Dari kondisi ini, sangat bijaksana jika terus dilakukan kajian terhadap kelebihan dan kekurangan penerapan sistem tersebut dari segala aspek. Semua itu tiada lain demi terwujudnya pendidikan national yang berkualitas. Setuju?
Terlepas dari semua informasi tersebut, berikut disajikan rincian 10 besar peraih nilai UN tinggi tingkat nasional untuk jenjang SMA program IPA, yakni:
1)          Ryan Aditya Moniaga dari SMA Kanisius Jakarta, dengan nilai 58,05
2)          Annisa Azalia Herwandani dari SMA Negeri 2 Bandung, dengan nilai 57,65
3)          Hashina Zulfa dari SMA Negeri 1 Yogyakarta, dengan nilai 57,65
4)          Sulistia Fitriaty dari SMA Negeri 39 Jakarta, dengan nilai 57,45
5)          Fenita Adina Santoso dari SMA Negeri 1 Pekalongan, Jawa Tengah, dengan nilai 57,35
6)          Felix Utama dari SMA Kristen 1 BPK Penabur Jakarta, dengan nilai 57,30
7)          A.A. Istri Citra Larasati dari SMA Negeri 1 Denpasar, Bali, dengan nilai 57,25
8)          Alief Moulana dari SMA Pribadi, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan nilai 57,20
9)          Fitra Febrina dari SMA Negeri 1 Medan, Sumatera Utara, dengan nilai 57,20
10)      Ranisa Larasati dari SMA Negeri 2 Bandung, Jawa Barat, dengan nilai 57,05.
Berikut disajikan rincian 10 besar peraih nilai UN tinggi tingkat nasional untuk jenjang SMA program IPS, yakni
1)          Nur Afifah Widyaningrum dari SMA Negeri 1 Yogyakarta, dengan nilai 55,85
2)          Rikko Sajjad Nuir dari SMA Negeri 8 Yogyakarta, dengan nilai 55,70
3)          Afdhal Nur Muhammad Daulay dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Sumatera Utara, dengan nilai 55,50
4)          Fauzan Alfiansyah Hasibuan dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Sumatera Utara, dengan nilai 55,40
5)          Clara Feliciani Sesiawan dari SMA Santa Ursula BSD, Banten, dengan nilai 55,35
6)          Utami Ratnasari dari SMA Negeri 4 Denpasar, Bali, dengan nilai 55,25
7)          Aprillia Dwi Harrjanti dari SMA Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah, dengan nilai 55,05
8)          Dinda Dea Pramaputri dari SMA Negeri 70 Jakarta, dengan nilai 54,95
9)          Margaretha Silia Kurnia Herin dari SMA Negeri 1 Depok, Jawa Barat, dengan nilai 54,95
10)      Naruti Afifah dari SMA Negeri 3 Surakarta, Jawa Tengah, dengan nilai 54,95.
Bagi pembaca yang berkenan mencermati 25 besar peraih nilai UN tinggi tingkat nasional untuk jenjang SMA/MA tahun 2014, yakni:
Untuk Jenjang SMA Program IPA:
1)          Ryan Aditya Moniaga 58.05 DKI SMA KANISIUS
2)          Annisa Azalia Herwandani 57.65 JABAR SMA NEGERI 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG
3)          Hashina Zulfa 57.65 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
4)          Sulistia Fitriaty 57.45 DKI SMA NEGERI 39
5)          Fenita Adina Santoso 57.35 JATENG SMA NEGERI 1 PEKALONGAN
6)          Felix Utama 57.30 DKI SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR
7)          A Istri Citra Larasati 57.25 BALI SMA NEGERI 1 DENPASAR
8)          Alief Moulana 57.20 JABAR SMA PRIBADI, KOTA BANDUNG
9)          Fitra Febrina 57.20 SUMUT SMA NEGERI 1 MEDAN
10)      Ranisa Larasati 57.05 JABAR SMA NEGERI 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG
11)      Christine 56.95 SUMUT SMA SWASTA DJUWITA MEDAN
12)      Santi Rahayu 56.90 DKI SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR
13)      I Kadek Dwi Putra Diatmika 56.90 BALI SMA NEGERI 1 DENPASAR
14)      Dominicus Untariady 56.85 BANTEN SMA SANTA LAURENSIA
15)      Samodero Mahardika Patria 56.80 DKI SMA NEGERI 78
16)      Kresna Aditya Raharja 56.80 JATENG SMA KARANGTURI
17)      Sri Wulan Astuti 56.80 SUMUT SMA NEGERI 2 MEDAN
18)      Eveline Yuniarti 56.80 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
19)      Gerhard Arya Wardana 56.70 DKI SMA KANISIUS
20)      Ricky Gunawan 56.65 DKI SMA KRISTEN IPEKA SUNTER
21)      David Tangi 56.65 SUMUT SMA SWASTA SUTOMO 1 MEDAN
22)      Muhammad Fahmi Gozal H 56.65 BANTEN MA NEGERI INSAN CENDEKIA SERPONG
23)      Muhammad Arif Hidayat 56.60 JABAR SMA PESANTREN UNGGUL AL BAYAN, KABUPATEN SUKABUMI
24)      Dewi Sartika 56.60 SUMUT SMA SWASTA SUTOMO 2 MEDAN
25)      Grace Mananda Hutabarat 56.60 BANTEN SMA KRISTEN PENABUR GADING SERPONG
Untuk Jenjang SMA Program IPS:
1)          Nur Afifah Widyaningrum 55.85 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
2)          Rikko Sajjad Nuir 55.70 DIY SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA
3)          Afdhal Nur Muhammad Daulay 55.50 SUMUT SMA NEGERI 1 MATAULI PANDAN
4)          Fauzan Alfiansyah Hasibuan 55.40 SUMUT SMA NEGERI 1 MATAULI PANDAN
5)          Clara Feliciani Sesiawan 55.35 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
6)          Utami Ratnasari 55.25 BALI SMA NEGERI 4 DENPASAR
7)          Aprillia Dwi Harjanti 55.05 JATENG SMA NEGERI 1 KUDUS
8)          Dinda Dea Pramaputri 54.95 DKI SMA NEGERI 70
9)          Margaretha Silia Kurnia Herin 54.95 JABAR SMA NEGERI 1 DEPOK
10)      Naruti Afifah 54.95 JATENG SMA NEGERI 3 SURAKARTA
11)      Hillary Johnson 54.95 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
12)      Nala Mazia 54.90 JATENG SMA NEGERI 1 MAGELANG
13)      Elisabet 54.85 JABAR SMA KRISTEN 3 BINA BAKTI
14)      Hendra Ripin 54.80 SUMUT SMA SWASTA PANGLIMA POLEM RANTAU PRAPAT
15)      Muhammad Faizal Pradhana Putra Masemi 54.75 DKI SMA NEGERI 39
16)      Anindita Nur Annisa 54.70 DKI SMA NEGERI 28
17)      Sofi Nabila 54.70 DIY SMA NEGERI 3 YOGYAKARTA
18)      Assyifa Szami Ilman 54.65 DKI SMA ISLAM AL-AZHAR 1
19)      Ahmad Zaky Darmawan 54.60 BANTEN MA NEGERI INSAN CENDEKIA SERPONG
20)      Michelle Siaril 54.55 DKI SMA KRISTEN IPEKA PURI INDAH
21)      Claudia Juliana 54.55 JABAR SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR, KOTA BANDUNG
22)      Indah Rizfa Hannanah 54.40 DKI SMA NEGERI 28
23)      Rizal Bintang Rahani 54.40 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
24)      Stanisla Kostka 54.40 BANTEN SMA KRISTEN PENABUR GADING SERPONG
25)      Fathia Oktaviana Fadila 54.35 DKI SMA NEGERI 28


readmore »»  

Selasa, 20 Mei 2014

78 Siswa Bali dan 54 Siswa Buleleng Tidak Lulus UN SMA/MA

Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2013/2014 telah diumumkan pada Selasa. 20 Mei 2014. Hasilnya, sebanyak 78 siswa SMA/MA di Bali dinyatakan tidak lulus pada UN taun pelajaran 2013/2014. Artinya, tingkat kelulusan UN SMA/MA tahun pelajaran 2013/2014 di Bali mencapai 99,70% dari total peserta sebanyak 26.424 orang.
Dari 78 siswa Bali yang tidak lulus UN SMA/MA tahun pelajaran 2013/2014, berasal dari:
a)      Kabupaten Buleleng sebanyak 54 siswa
b)      Kabupaten Karangasem sebanyak 14 siswa
c)      Kabupaten Bangli sebanyak 6 siswa
d)     Kabupaten Tabanan sebanyak 2 siswa
e)      Kabupaten Klungkung sebanyak 1 siswa
f)       Kabupaten Jembrana sebanyak 1 siswa
Sedangkan tiga kabupaten/kota lainnya, berhasil meluluskan siswanya mencapai 100%, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Badung.
Pencermatan lebih lanjut terhadap ketidaklulusan siswa, ditemukan bahwa sebagian besar siswa SMA/MA yang tidak lulus berasal dari program IPS, yani sebayak 75 siswa. Sedangkan dari program IPA dan Bahasa yang tidak lulus masing-masing 2 siswa dan 1 siswa (http://metrobali.com/2014/05/19/78)
Pada UN tingkat SMA/MA di Kabupaten Buleleng, sebanyak 54 siswa SMA dinyatakan gagal atau tidak lulus untuk UN dari total peserta sebanyak 4.453 siswa. Adapun rincian siswa SMA/MA yang dinyatakan tidak lulus pada UN tahun pelajaran 2013/2014, berasal dari:
a)      SMA N 2 Banjar 18 orang
b)      SMA N 1 Kubutambahan sebanyak 9 orang
c)      SMA N 1 Sawan sebanyak 7 siswa
d)     SMA Saraswati Singaraja sebanyak 6 siswa
e)      SMA Dwijendra sebanyak 4 siswa
f)       SMA Sidikarya sebanyak 3 siswa
g)      SMA Wirabakti Sawan sebanyak 3 siswa
h)      SMA PGRI Seririt sebanyak 3 siswa
i)        SMA Udayana Tejakula sebanyak 1 siswa (http://www.bulelengroundup.com/ index.php/page/berita/bll/detail/2014/05/19/54)
Apakah makna dibalik semua fakta dan data tersebut? Akan sangat bijaksana jika semua fakta dan data tersebut dijadikan sebagai bahan refleksi untuk menentukan langkah berikutnya demi kebaikan pendidikan nasional. Semoga!


readmore »»  

Rabu, 15 Januari 2014

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA dan MA 2014

1.      UN dilaksanakan satu kali, yang terdiri atas UN dan UN Susulan
2.      UN Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.
3.      UN dilaksanakan secara serentak.
4.      Tempat pelaksanaan UN Susulan diatur oleh masing-masing Pelaksana UN Tingkat Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan jumlah peserta dan lokasi.
5.      Jadwal pelaksanaan UN sebagai berikut.

JADWAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014

 
readmore »»  

Kamis, 12 Desember 2013

Menuju Hybrid Learning Models Pada Kurikulum 2013

MENUJU HYBRID LEARNING MODELS PADA KURIKULUM 2013
Oleh: Gede Putra Adnyana (putradnyana@gmail.com)
SMAN 2 Busungbiu, Buleleng, Bali

Perdebatan tentang kurikulum 2013 luar biasa pada tataran elit, tetapi biasa-biasa saja di kalangan pelaksana teknis, yakni guru dan siswa. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran pada sekolah-sekolah pelaksana kurikulum 2013 masih cenderung berpusat pada guru, satu arah, siswa pasif, tidak kontekstual, individualistik, miskin media, sedikit sumber belajar, dan kurang memanfaatkan teknologi informasi. Artinya, pesan-pesan kurikulum 2013 belum dapat terbaca, dimengerti, dan dipahami secara utuh dan terang benderang oleh sebagian besar kalangan guru.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersikukuh mengimplementasikan dan sangat meyakini “kesaktian” kurikulum 2013. Konsekuensi logis  dari hal itu, guru dan pihak berkepentingan lainnya harus membaca, mengertikan, dan memahami kembali kurikulum 2013 dengan cepat, tepat, dan utuh. Sebagai ujung tombak implementasi, guru harus bekerja keras membongkar seluk beluk kurikulum 2013, terutama dari sisi praksis, yakni kegiatan pembelajaran.
Pada hakikatnya, kurikulum 2013 mengamanatkan prinsip pembelajaran siswa aktif (student centered). Siswa dibimbing untuk melakukan kegiatan mengamati, menanya, menganalisis, dan mengkomunikasikan. Oleh karena itu, guru wajib berkreativitas dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar, teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.
Kreativitas para guru yang berorientasi pembelajaran siswa aktif, meniscayakan penggunaan waktu belajar lebih banyak. Pembelajaran tidak cukup berlangsung di sekolah dan di dalam kelas, yang bersifat formal dan memenjarakan. Dalam konteks ini, perlu tambahan alokasi waktu belajar siswa yang dapat berlangsung di rumah dan/atau di masyarakat, baik secara mandiri maupun kelompok. Artinya, pembelajaran dapat berlangsung dalam bentuk tatap muka dan tanpa tatap muka. Salah satu pembelajaran tanpa tatap muka adalah pembelajaran online. Gabungan pembelajaran tatap muka dan online ini, selanjutnya disebut dengan Hybrid Learning Models.
Beberapa institusi, terutama pada jenjang pendidikan tinggi telah mengimplementasikan Hybrid Learning Models. University of Washington, Bothell, misalnya, telah menerapkan Hybrid Learning Models dengan mengalokasikan waktu belajar secara online sebesar 25% sampai 50% dari waktu tatap muka di kelas. Hybrid Learning Models pada hakikatnya menawarkan gabungan dari berbagai model, metode, sarana, sumber, dan media pembelajaran. Situasi dan kondisi ini sejalan dengan tuntutan perubahan dalam kurikulum 2013.
Implementasi Hybrid Learning Models  meniscayakan variasi model, metode, sarana, sumber, dan media pembelajaran. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan psikologi siswa yang cenderung menyukai dan ingin mengetahui hal-hal baru. Mereka suka bereksperimen dan mengeksplorasi berbagai fenomena yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini diayakini dapat memacu lahirnya insan yang produktif, kreatif, dan inovatif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
Web Sekolah, Guru, dan Siswa
Dukungan seluruh stakeholders pendidikan di sekolah merupakan kunci sukses implementasi Hybrid Learning Models pada kurikulum 2013. Dukungan seyogyanya menyentuh langsung para guru dan siswa. Mereka diketuk hati nuraninya untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran. Dalam konteks ini para guru dan siswa diajak bersama-sama mengembangkan pembelajaran online. Kepala sekolah sebagai educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator (EMAS-LIM), harus berada pada garda terdepan untuk memicu dan memacu implementasi Hybrid Learning Models.
Langkah awal yang dapat dilakukan, yakni dengan membangun dan mengembangkan web sekolah, setidaknya weblog. Web tersebut diharapkan berfungsi sebagai inisiator maupun stimulus dalam kerangka merangsang melek teknologi di kalangan guru dan siswa. Semua informasi tentang sekolah, guru, pegawai, siswa, materi pelajaran, kegiatan sekolah, dan informasi yang relevan dengan dunia pendidikan dapat diakses melalui web sekolah. Kondisi ini merupakan awal yang mulia untuk memulai Hybrid Learning Models yang memanfaatkan secara optimal berbagai model, media, dan sumber belajar. Dengan upaya tersebut, sekolah telah berkontribusi positif kepada warga sekolah untuk menumbuhkembangkan kompetensi dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam pembelajaran.
Selanjutnya, sekolah mendorong guru-guru dan siswa mengoptimalkan implementasi Hybrid Learning Models dengan membuat web yang digunakan dalam pembelajaran. Ketika para guru telah memiliki web sendiri, setidaknya weblog, diyakini akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan kompetensi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini berkembang pesat. Hal ini penting agar dapat menjawab enam pendorong utama teknologi pendidikan, yakni mobile learning, cloud computing, collaborative learning, mentoring, hybrid learning, dan student centered. Kompetensi ini sejalan dengan tuntutan kurikulum 2013 agar mampu menghadapi tantangan eksternal, yakni kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, serta pengaruh dan imbas teknosains.
Dengan pengembangan dan pemanfaatan web, guru dapat mengoptimalkan waktu dan metode pembelajaran. Dalam web guru, dimasukkan berbagai materi pelajaran, tugas-tugas siswa, petunjuk praktik, media tanya jawab, dan penilaian belajar siswa. Artinya, kompetensi guru untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan materi pembelajaran dapat ditumbuh-kembangkan. Guru dapat memasukkan bahan ajar, video, animasi, simulasi, dan lembar kerja siswa dalam webnya sehingga dapat dieksplorasi atau diakses oleh siswa setiap saat. Secara sederhana, guru juga dapat menggunakan kolom komentar sebagai media interaktif, berdiskusi, dan bahkan menilai aktivitas siswa dalam memanfaatkan media belajar online. Fenomena ini diyakini mampu meningkatkan minat, motivasi, dan waktu belajar siswa di luar belajar tatap muka di dalam kelas.
Guru juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan email, misalnya membentuk group email untuk menjaga privasi siswa. Karena, ada kalanya tugas pembelajaran bersifat tertutup untuk menghindari duplikasi dan plagiasi tugas antarsiswa. Tugas-tugas ini dapat dikirim dalam bentuk file atau folder ke alamat email guru mata pelajaran yang telah ditentukan. Optimalisasi email ini meniscayakan guru dan siswa melek teknologi komputer dan internet. Terwujudnya situasi dan kondisi tersebut, diyakini dapat memaksimalkan waktu dan kesempatan belajar sehingga dapat menumbuhkembangkan kompetensi siswa sesuai dengan minat dan kemampuannya.
Para siswa juga dimotivasi membuat dan mengembangkan webnya masing-masing. Web siswa tersebut dapat dijadikan media untuk mengungkapkan pendapat atau jawaban terhadap tugas-tugas atau isu-isu yang dikaji. Guru dapat memberikan penilaian terhadap kualitas web siswa sebagai portofolio. Kondisi ini meniscayakan siswa untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan webnya, baik dari sisi desain, substansi, maupun interaksi. Secara langsung maupun tidak langsung, siswa berkreativitas terhadap berbagai tugas belajar yang dibebankan kepadanya. Dalam hal ini, siswa juga dapat mengeksplorasi web siswa lainnya sehingga mampu membandingkan dengan hasil karyanya. Kondisi ini akan membangun karakter siswa untuk menghargai karya orang lain, bahkan menghargai perbedaan yang menjadi keniscayaan bangsa Indonesia yang multikultural. Siswa didorong untuk terus melakukan refleksi diri guna dapat berkarya lebih baik demi menghasilkan produk yang lebih baik pula. Untuk menghindari duplikasi dan plagiasi, maka peran dan fungsi guru sebagai fasilitator, mediator, dan evaluator harus dilaksanakan dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Agar fenomena duplikasi dan plagiasi ini dapat diminimalisir, perlu memberikan tugas yang berbeda pada setiap siswa dalam konteks dan konten pembelajaran yang relevan. Oleh karena itu, perlu dirancang jaringan antarguru dan antarsiswa sehingga dapat berinteraksi secara maksimal. Dalam konteks inilah Hybrid Learning Models mewujud nyata sebagai model pembelajaran andalan pada kurikulum 2013.
Akhirnya, Hybrid Learning Models, diyakini sebagai model pembelajaran yang relevan dalam implementasi kurikulum 2013. Pembelajaran tatap muka dan online terlaksana dengan efektif dan efisien, manakala jaringan web sekolah, guru, dan siswa dapat dioptimalkan.  Optimalisasi ini berimplikasi terhadap peningkatan waktu belajar siswa serta menumbuhkembangkan sikap kritis, inovatif, dan kreatif di kalangan guru dan siswa. Dengan Hybrid Learning Models pada kurikulum 2013, berbagai kompetensi yang menjadi tuntutan kurikulum 2013 dan tuntutan masa depan dapat diwujudnyatakan, seperti, kemampuan berkomunikasi, berpikir jernih dan kritis, toleran terhadap perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (Penulis: Gede Putra Adnyana adalah guru pada SMAN 2 Busungbiu, Buleleng, Bali)


readmore »»